VPS HOSTING
VPS HOSTING

Manfaat dan Kandungan Nutrisi dalam Buah Kurma

  • Bagikan
buah kurma 1 Manfaat dan Kandungan Nutrisi dalam Buah Kurma

detaklifestyle, – Buah Kurma yang memiliki nama latin Phoenix dactylifera merupakan tanaman palma (Arecaceae) dalam genus Phoenix. Buahnya dikenal dengan nama buah kurma yang biasa dikonsumsi sebagai manisan, terutama di bulan puasa. Kurma sering dijadikan hidangan untuk berbuka puasa. Rasanya yang manis karena kandungan gula alami di dalamnya dipercaya bisa mengembalikan kebugaran tubuh setelah seharian berpuasa.

Walaupun tempat asalnya tidak diketahui karena telah sejak lama dibudidayakan, kemungkinan tanaman ini berasal dari tanah sekitar Teluk Persia dan Buah kurma dijadikan makanan pokok di daerah Timur Tengah dan Afrika Utara.

Manfaat Buah Kurma untuk Kesehatan

Buah kurma yang populer menjelang Bulan Ramadhan ternyata memiliki kandungan nutrisi dan vitamin yang sangat banyak. Beberapa hasil studi menyebutkan bahwa kurma sangat baik sebagai makanan penambah energi.

1. Sumber Energi

Kurma mempunyai kandungan gula yang cukup tinggi dan umumnya berasal dari jenis glukosa dan fruktosa. Akan tetapi varietas Deglet Noor yang tumbuh di California mengandung sukrosa (gula pasir). Jenis gula yang terdapat pada kurma adalah hasil pengolahan secara alami dan tidak berbahaya bagi kesehatan.

Kandungan gula yang tinggi menjadikan buah ini merupakan sumber energi instan untuk mengembalikan energi yang hilang pada saat berpuasa dan menormalkan kadar gula darah. Itulah sebabnya mengapa kurma dianggap sebagai buah yang ideal untuk hidangan berbuka atau sahur. Segelas air yang mengandung glukosa, menurut Dr David Conning, Direktur Jenderal British Nutrition Foundation, akan diserap tubuh dalam 20-30 menit.

Tetapi gula yang terkandung dalam kurma habis terserap dalam tempo 40-45 menit. Ini disebabkan karena adanya serat yang terkandung di dalamnya. Sehingga orang yang makan kurma pada waktu sahur akan menjadi segar dan tahan lapar lebih lama.

2. Sumber Serat

Kurma adalah sumber serat pangan yang baik. The American Cancer Society merekomendasikan untuk mengonsumsi 20-30 gram per hari. Serat pangan terdiri dari dua jenis yaitu serat pangan larut dan serat pangan tak larut. Serat pangan tak larut berfungsi meningkatkan volume feses sehingga menurunkan waktu transit di usus dan lebih mudah dikeluarkan.

Penurunan waktu transit feses akan menurunkan waktu kontak sel-sel mukosa usus besar dengan zat-zat karsinogen dari feses. Serat pangan larut dapat membantu mengontrol diabetes dengan menurunkan peningkatan kadar gula darah. Selain itu serat pangan larut juga berperan menurunkan kadar kolesterol LDL dalam darah.

3. Sumber Mineral

Kurma mengandung mineral-mineral yang bermanfaat bagi kesehatan tubuh. Fungsi mineral secara umum yaitu membuat denyut jantung makin teratur, mengaktifkan kontraksi otot serta berperan dalam tekanan darah. Kurma kaya akan kalium dan rendah sodium. Kalium berperan dalam memelihara kontraksi otot termasuk juga otot jantung.

Selain itu berperan untuk memelihara sistem saraf dan menyeimbangkan metabolisme dalam tubuh. Karena kalium tidak disimpan dalam tubuh dan banyak hilang melalui keringat, sehingga perlu disuplai dari makanan. Kalium membantu menurunkan tekanan darah. 

Menurut beberapa hasil penelitian bahwa konsumsi ekstra kalium bisa bisa menjaga dinding arteri tetap elastis dan berfungsi normal. Keadaan ini membuat pembuluh darah tidak mudah rusak akibat tekanan darah.

Hasil penelitian merekomendasikan untuk mengkonsumsi sekitar 400 mg kalium dapat menurunkan resiko stroke sebesar 40%. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut kita hanya perlu mengkonsumsi sekitar 65 gram atau 5 buah kurma kering. Selain kalium, kurma juga mengandung mineral-mineral penting seperti kalsium, besi, magnesium, mangan, tembaga dan fosfor.

4. Sumber Vitamin

Vitamin yang terkandung dalam buah kurma antara lain vitamin A, thiamin (Vit B1), riboflavin (Vit B2), niasin (Vit B3), dan asam pantotenat (Vit B5) dalam jumlah yang bisa diandalkan. Selain itu terdapat juga kandungan vitamin C dan vitamin E. Vitamin A berfungsi untuk memelihara fungsi mata dan mencegah kekeringan dan penyakit mata. Vitamin B berfungsi menenangkan sistem saraf dan untuk relaksasi jantung serta membuat pikiran menjadi lebih riang.

5. Sumber Fitokimia

Kurma mengandung salisilat alami dalam dosis rendah. Salisilat dikenal sebagai bahan baku aspirin, obat pengurang atau penghilang rasa sakit dan demam. Berdasarkan hal tersebut para pakar mengharapkan dosis rendah salisilat dalam kurma secara kontinyu bisa juga meredakan sakit kepala.

Selain itu kurma mengandung semacam hormon yang disebut potuchsin yang bisa menciutkan pembuluh darah dalam rahim, sehingga dengan demikian bisa mencegah terjadinya pendarahan rahim. Kurma juga mengandung sejumlah senyawa fenol dan karoten yang berfungsi sebagai antioksidan.

Kandungan Gizi Kurma

Buah kurma yang lezat ini merupakan sumber energi yang kaya akan vitamin, mineral, dan serat. Mineral penting yang terdapat pada kurma, diantaranya: kalsium, sulfur, zat besi, potasium, fosfor, mangan, tembaga, magnesium dan zink yang bermanfaat bagi kesehatan. Kurma juga mengandung vitamin seperti thiamin, riboflavin, niacin, folate, vitamin A dan vitamin K.

100 gram kurma mengandung zat gizi sebagai berikut:

  • Serat 6,7 gram (27% AKG)
  • Potassium 696 mg (20%AKG)
  • Tembaga 0,4 mg (18% AKG)
  • Mangan 0,3 mg (15% AKG)
  • Magnesium 54 mg (14% AKG)
  • Vitamin B6 0,2 mg (12% AKG)

Tidak ada salahnya menambahkan kurma pada menu berbuka Anda. Selain rasanya yang lezat, berbagai manfaat kesehatan dan kecantikan juga dapat Anda peroleh dengan mengkonsumsi buah ini.

sumber: wikipedia,lagizi.com,manfaatsehat

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *