VPS HOSTING
VPS HOSTING

Tanda Hubungan Empty Love Dan 3 Solusi Terbaik Mengatasinya

  • Bagikan
empty love Tanda Hubungan Empty Love Dan 3 Solusi Terbaik Mengatasinya
Designed by Freepik

Sebuah pernikahan yang memasuki fase empty love bukan berarti bubar dan tidak bisa diselamatkan kembali. Ketika sebuah hubungan dijalin hanya berdasarkan komitmen atau sekedar menjaga nama baik (agar tidak dikatakan gagal dalam berumah tangga) tanpa cinta, ini juga bukan suatu hal yang baik.

Fase ini, jika merujuk ke materi Dr. Yunus dalam Conflict Mastery Class, bisa dibilang ada di fase disappointment, namun dialami oleh orang yang memiliki komitmen kuat menjalin hubungan pernikahan.

Namun, tahukah kamu bahwa penyebab dari empty love itu sendiri? Intip berikut tiga tanda hubungan empty love itu sendiri:

Tak Ada Gairah

Hubungan dijalani tanpa ada ketertarikan atau gairah terhadap pasangan. Bisa jadi karena merasa bosan dengan pasangan yang sering menuntut, posesif berlebihan, hingga hubungan yang dijalani karena sebuah keterpaksaan dan takut mengakhirinya.

Agak Menjauh

Ketika gairah tak lagi ada, secara alamiah orang akan berusaha menghindari kontak atau setidaknya menguranginya. Fenomena menghilang tiba-tiba, sulit dihubungi atau menjawab sekedarnya adalah salah satu ciri hal ini sedang terjadi.

Ingin Berpisah

Ketika ada yang berusaha mencari-cari alasan ataupun celah untuk sebisa mungkin berpisah, ini adalah indikator terkuat bahwa hubungan yang sedang dijalani memang hubungan tanpa cinta.

Namun, biasanya masih terhalang gengsi atau komitmen palsu yang membuatnya belum bisa memilih keputusan itu.

Mengapa ada fenomena empty love dalam hubungan? Karena masing-masing/ salah satu pasangan tidak paham bagaimana mengelola dan memahami hakikat sebuah hubungan yang seharusnya take and give. Sama-sama untung.

Solusi Terbaik Mengatasinya

Empty love terjadi karena masih ada keegoisan yang tinggi, yang hanya mengutamakan kesenangan pribadi, tanpa memikirkan apa yang orang lain rasakan.

Lantas, bagaimana cara mengisi lagi ruang cinta yang sudah hampa, setelah sebelumnya penuh dengan romantika? Buat kamu yang sudah menikah, praktekkan 3 hal yang akan kamu baca setelah ini.

1. Evaluasi Bersama

Evaluasi bersama dibutuhkan sebagai langkah awal proses perbaikan sebuah hubungan. Di situ, kamu bisa saling bebas mengeluarkan keluhan dari hati.

Namun, menyampaikan uneg-uneg atau keluhan itu akan lebih efektif apabila dilakukan di waktu yang memang sudah dikondisikan.

Karena jika keluhan disampaikan pada sewaktu-waktu, barangkali mood pasangan sedang buruk atau ada masalah lainnya. Sehingga bukannya menyelesaikan masalah, justru bisa menambah masalah yang sebelumnya belum terselesaikan.

Pastikan evaluasi dilakukan diwaktu yang disepakati dan masing-masing sudah menyiapkan hati.

2. Mengubah Cara

Dari evaluasi sebelumnya, buatlah kesepakatan dan pahami apa yang diinginkan masing-masing pasangan. Lebih baik lagi jika masing-masing sepakat untuk mengubah perilaku sesuai dengan bahasa cinta pasangan (suami/istri).

Di sini, mau tidak mau masing-masing harus bisa menurunkan ego untuk lebih memahami pasangannya.

Karena realitanya, terkadang seseorang sudah berusaha memberikan pelayanan terbaik untuk pasangan, tapi karena tidak sesuai dengan bahasa cintanya pasangan tidak merasakan apa-apa.

Ibarat bahasa komunikasi sehari-hari, suami bicara dengan bahasa Jawa, padahal sang istri dari suku lainnya.

3. Konseling

Apabila dua cara mandiri sebelumnya belum bisa menyelesaikan problem keluarga, maka langkah terakhir adalah dengan belajar lebih dalam lagi atau konseling dengan seorang konselor keluarga.

Karena terkadang ada masalah yang tidak bisa dilihat dari kedua pasangan, namun bisa dilihat oleh orang yang lebih berpengalaman.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *