Keingintahuan: Kunci Dalam Pembelajaran Hidup

  • Bagikan
Keingintahuan Keingintahuan: Kunci Dalam Pembelajaran Hidup

Masa remaja bisa disebut sebagai masa yang krusial untuk menentukan identitas seseorang. Berdasarkan tahap perkembangan dari Erikson, remaja berada di tahap Identity vs. Identity Confusion yang berarti remaja sedang dieksplorasi seluas-luasnya untuk akhirnya menemukan peran dan jati dirinya.

Dalam proses eksplorasi ini, remaja memiliki rasa ingin tahu yang tinggi. Keingintahuan, ternyata memiliki peran yang cukup besar bagi seseorang yang mampu mencapai. Ian Leslie menyatakan, keingintahuan adalah kombinasi dari kecerdasan, persistensi, dalam hal baru.

Keingintahuan intelek sama signifikannya dengan intelegensi dalam menentukan performa akademik seseorang. Ketika seseorang memiliki rasa ingin tahu tinggi akan suatu hal, ia akan terus termotivasi untuk belajar tentang hal tersebut dari berbagai sumber sampai ia menemukan yang dicari.

Baca juga:  6 Cara Membangun Self Love

Penelitian yang dilakukan oleh Dr. Matthias Gruber dan rekan-rekannya konfirmasi bahwa keingintahuan yang tinggi membuat seseorang lebih mudah untuk belajar.

Lebih menarik lagi, penelitian ini menunjukkan bahwa ketika otak kita sedang berada dalam kondisi rasa rasa tahu tinggi, mengingat bahwa kita akan meningkat dan kita mampu mengingat banyak hal, bahkan hal yang tidak berhubungan dengan apa yang sedang dipelajari saat itu.

Hal ini karena, rasa ingin tahu sebagai bentuk motivasi intrinsik, pembinaan yang membangun rasa senang dan penghargaan di otak kita (sistem penghargaan).

Keingintahuan memiliki banyak manfaat lain, bukan hanya dalam hal memori prestasi belajar dan memori. Lebih jauh, keingintahuan yang berhubungan dengan tingkah laku adaptif seperti menerima dan ketidakpastian, emosi positif, kreativitas, dan humor- segala yang berhubungan dengan hubungan sosial yang sehat.

Baca juga:  Memahami Trauma dan Cara Mengatasinya

Keingintahuan dapat dikatakan sebagai kunci dari pembelajaran hidup. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga rasa ingin tahu.

1. Baca, Baca, dan Baca

Banyak membaca adalah salah satu cara naik keingintahuan. Membaca dapat memberikan sudut pandang dan informasi baru. Membaca juga dapat mempertanyakan pertanyaan-pertanyaan lain sehingga keingintahuan tetap terjaga.

2. Teruslah Bertanya

Teruslah bertanya, sebodoh apapun pertanyaan itu. Biasanya orang yang malu atau takut bertanya karena berpikir pertanyaannya bodoh atau kurang penting. Padahal, bertanya dapat diskusi dan menumbuhkan pertanyaan-pertanyaan lain.

3. Mulailah Dari Hal Yang Mengamati

Rasa ingin tahu pada hal-hal yang biasanya lebih tinggi di hal umum yang tidak menjadi minat seseorang. Terus mencari tahu dan mendalami apa yang dapat membuka peluang untuk mencari informasi mengenai hal lain.

Baca juga:  Skill Komunikasi Lebih Penting Dalam Bisnis Daripada Kecerdasan Intelektual

4. Gunakan Segala Media Yang Memungkinkan

Di jaman sekarang, mendapatkan berbagai sumber informasi sudah seperti tidak ada hambatan. Beberapa orang berpendapat bahwa internet membuat orang menjadi lebih malas dan bodoh. Namun, ramah internet digunakan dengan bijak dan tepat, dapat membantu seseorang mengasah keingintahuannya.

Sebagai remaja, yuk pelihara terus keingintahuan, karena rasa ingin tahu dapat membawa kita menuju “tempat” yang kita inginkan.

Referensi: 

  • Gruber, M., Gelman, B., Ranganath, C.
  • Price-Mitchell, M. Curiosity: The heart of lifelong learning.
  • Wai, J. Seven ways to be more curious: Ian Leslie on how to be more curious.
  • Bagikan