5 Sikap Orang Tua Yang Membuat Anak Jadi Keras Kepala

  • Bagikan
Keras Kepala 5 Sikap Orang Tua Yang Membuat Anak Jadi Keras Kepala

Kita sebagai orang tua siapa sih yang tidak ingin memiliki anak yang patuh dan tidak keras kepala? Pasti bikin cemas dan khawatir deh, bila mulai sering melihat Sang Anak yang kita cintai semakin keras kepala dan tidak menuruti ucapan kita sebagai orang tuanya. Apalagi bila sikap keras kepala tersebut bisa terbawa hingga dewasa nantinya.

Menurut psikolog anak, alasan utama Sang Anak memiliki sifat keras kepala tersebut lantaran sang anak merasa kesal atau marah, terlebih lagi Sang Anak mengikuti sikap dari orang tuanya sendiri.

Sang Anak tanpa sadar akan konsekuensi yang ditimbulkan dari perilakunya. Nah, Agar tidak sampai jadi kebiasaan buruk yang terus terbawa hingga tumbuh besar nanti, yuk ketahui berikut 5 sikap orang tua yang membuat anak menjadi keras kepala .

Baca juga:  6 Penyebab Anak Malas Belajar Dan Ini Dia Solusinya

1. Bicara Kasar Dan Nada Tinggi

Kadang orang tua bicara kasar dan nada tinggi untuk menggertak Sang Anak. Jelas sikap seperti ini akan berefek negatif kepada anak. Jika orang tua sering melakukan hal demikian, anak akan menirunya.

Anak akan menganggap bahwa bicara kasar dengan nada tinggi adalah hal yang lumrah sehingga terbawa dalam interaksi sehari-hari.

2. Otoriter

Sikap otoriter orang tua juga bisa berdampak kurang baik bagi pembentukan karakter anak. Orang tua yang otoriter cenderung mengekang dan anak dituntut untuk selalu menuruti keinginan orang tuanya.

Jika orang tua bersikap terus-terusan seperti ini, suatu saat anak akan jengah dan memberontak. Salah satunya adalah bersikap keras kepala.

Baca juga:  4 Cara Melatih Anak Berpikir Kritis

3. Selalu Menuruti Permintaan Anak

Terkadang ada tipe orang tua yang selalu menuruti apapun keinginan anaknya agar anaknya tidak rewel dan merengek meminta sesuatu lagi. Tetapi jika orang tua selalu mengabulkan keinginan anaknya, anak akan berpikir bahwa dengan cara bersikap keras kepala orang tua akan mengabulkan permintaannya.

Pola asuh semacam ini akan membuat anak tumbuh dengan sikap keras kepala yang semakin menjadi-jadi. Anak akan menjadi egois dan mementingkan dirinya sendiri.

4. Sering Membentak

Ketika anak tidak mau mendengarkan orang tua, terkadang orang tua menjadi kesal dan akhirnya membentak anak. Orang tua berharap dengan membentak, anak akhirnya mengerti perlakuan buruk mereka.

Setelah dibentak mungkin anak akan menjadi diam, tapi bukan karena mengerti, melainkan karena takut. Selain itu, perasaan anak bisa terluka, sedih, bahkan trauma. Lama kelamaan anak akan menjadi kebal terhadap bentakan dan menjadi orang yang keras kepala.

Baca juga:  5 Hal Yang Dirasakan Anak Melihat Orang Tua Bertengkar

5. Tidak Konsisten Dalam Bersikap

Sikap orang tua yang berbeda-beda saat menyikapi anaknya akan membuat anak menjadi bingung. Kadang ketika orang tua sedang dalam mood yang baik, orang tua akan menuruti segala keinginan anaknya.

Tapi saat orang tua dalam situasi yang tidak baik, orang tua bersikap gampang marah, membentak dan berbicara dengan nada tinggi kepada anak. Hal tidak konsisten sikap orang tua tersebut yang menjadikan anak akan semakin keras kepala dan tidak bisa dinasehati.

  • Bagikan