Akibat Dari Sikap Orang Tua Yang Terlalu Over Protective Pada Anak

  • Bagikan
Over Protective Pada Anak Akibat Dari Sikap Orang Tua Yang Terlalu Over Protective Pada Anak

Sikap melindungi, merupakan suatu naluri alamiah setiap orangtua terhadap anak-anaknya. Terlebih lagi bila sang anak, masih berusia balita atau dianggap masih belum cukup memiliki keterampilan dan kemampuan untuk mandiri.

Namun demikian, beberapa orang tua terkadang melakukan perlindungan terhadap balitanya secara over protective (berlebihan). Contohnya cara melarang anak untuk makan sendiri karena khawatir akan membuat bajunya kotor, melarang anak memanjat atau mengambil mainannya karena takut anak terjatuh, melarang anak memakai pakaiannya sendiri karena khawatir tidak rapi, selalu mendampingi anak di sekolah karena khawatir anak diganggu temannya, dsb.

Semua contoh larangan tersebut, pada dasarnya muncul karena orangtua ingin melindungi balitanya. Namun bila hal ini terjadi secara terus menerus, maka anak akan kehilangan kesempatan untuk belajar mandiri, bereksplorasi serta menambah wawasan pengetahuan dan keterampilan.

Sikap seperti ini sering disebut sebagai sikap terlalu melindungi (over protective). Adanya kecemasan orangtua terhadap resiko yang akan terjadi bila anak dibiarkan melakukan sesuatu sendiri, sehingga akhirnya orang tua cenderung membatasi, banyak melarang serta terlalu menekan kebutuhan anak.

Segala hal, apabila dilakukan secara berlebihan pasti akan memiliki dampak yang buruk. Demikian pula dengan sikap melindungi. Apabila anak terlalu dilindungi, maka hal ini juga justru akan memberi dampak yang merugikan bagi anak itu sendiri. Dan berikut ini beberapa akibat dari sikap orang tua yang terlalu over protective pada anaknya diantaranya:

1. Anak Akan Memiliki Wawasan Yang Sempit, Kurang Kreatif Dan Pola Berpikir Yang Kurang

Hal ini terjadi karena sikap orang tua yang over protective, cenderung tidak memberikan kesempatan untuk bereksplorasi yang sangat diperlukan dalam perkembangan proses berpikirnya.

2. Anak Menjadi Pribadi Yang Mudah Cemas dan Kurang Berani

Kebiasaan terlalu melindungi anak, membuat anak menganggap dunia luar adalah sesuatu yang tidak aman baginya sehingga ia akan merasa cemas setiap kali harus menghadapi dunia luar tanpa kehadiran dari orang tuanya atau orang yang melindunginya.

3. Anak Menjadi Pribadi Yang Kurang Terampil Dalam Bersosialisasi

Orang tua yang over protective akan lebih cenderung terlalu membatasi ruang lingkup pergaulan dari Sang anak, karena mereka khawatir terhadap akibat buruk yang bisa terjadi pada anak.

Dampaknya pun mengakibatkan, keterampilan maupun sikap bersosialisasi anak tidak terasah dengan baik.

4. Anak Tumbuh Menjadi Pribadi Yang Mudah menyerah

Orang tua yang terlalu over protective biasanya tidak memberikan kesempatan pada anak untuk merasakan kegagalan. Padahal dengan adanya kegagalan tersebut, seorang anak bisa belajar menjadi pribadi yang tangguh.

5. Anak Tumbuh Menjadi Pribadi Yang Kurang Mandiri

Orang tua yang over protective biasanya selalu mengambil alih tugas-tugas anak karena khawatir anak akan menjadi kurang terlatih menggunakan keterampilan dan kemampuannya sendiri, sehingga ia akan tumbuh menjadi sosok yang selalu bergantung pada orang lain.

6. Anak Tumbuh Menjadi Seorang Yang Kurang Percaya Diri

Dengan selalu dibantu, maka anak akan menganggap bahwa dirinya lemah atau tidak berdaya, timbulnya rasa kurang percaya diri pada anak justru membuat Sang anak merasa kesulitan melakukan sesuatu sendiri.

  • Bagikan