3 Penyebab Anak Tidak Mendengar Nasihat Orang Tua

  • Bagikan
Mendengar Nasihat Orang Tua 3 Penyebab Anak Tidak Mendengar Nasihat Orang Tua

Semua nasihat orang tua kepada anak pastinya memiliki tujuan yang positif dan baik. Akan tetapi jika yang disampaikannya dengan cara yang tidak tepat tentu nasihat tersebut akan sulit diterima bagi Sang anak.

Hal tersebut bisa diibaratkan mengganti popok ketika waktu bayi yang seharusnya ukuran bayi tetapi malah diberi ukuran untuk anak dewasa, pastinya akan kebesaran dan tidak sesuai.

Nah, sama seperti nasihat itu akan sulit diterima bagi anak, bahkan seringkali tidak didengarkan karena bahasa atau intonasinya yang kurang tepat. Jadi kenapa anak tidak mau mendengar nasihat orang tuanya? yuk cari tahu berikut ini tiga penyebabnya:

1. Anak TIdak Diberi Kesempatan Berbicara

Salah satu penyebab anak tidak mendengar nasihat orang tuanya yaitu ini ketika kita sebagai orang tua memberi nasihat namun anak tidak diberi kesempatan untuk berbicara sedikitpun hal tersebut tentunya membuat Sang anak jengkel bahkan kondisi perasaannya sedih.

Salah satu rumus sederhana agar anak mau mendengarkan nasihat kita adalah membuatnya terbuka kepada kita dan banyak bicara (menyampaikan pikirannya). Jangan terburu-buru menyela atau menasihati. Biarkan dia puas mengeluarkan semua uneg-unegnya.

Jika anak sudah merasa lega dan merasa didengarkan, maka hati dan pikirannya akan lebih terbuka untuk menerima nasihat dari orang tuanya. Selain itu kita juga dapat lebih memahami sudut pandang dan cara berpikir anak kita.

2. Orang Tua Terlalu Sering Bicara

Apakah bunda salah satu orang tua yang cerewet (banyak bicara)? Perlu diperhatikan bahwa terlalu sering memberi nasihat, hal tersebut malah berdampak negatif dan membuat anak overdosis.

Dampaknya pun anak lama-lama akan bosan, bahkan eneg. Bukannya makin menurut yang ada malah makin memberontak.

Untuk itu beri nasihat seperlunya dengan kelembutan dan kasih sayang. Utamakan beri waktu anak untuk mencerna nasihat tersebut. Dan perlu digaris bawahi, perhatikan usia atau kemampuan anak. Jangan menuntut anak dengan sesuatu diluar kemampuannya.

3. Orang Tua Berbicara Bukan Pada Waktu Dan Tempat Yang Tepat

Hal yang terpenting bagi kita sebagai orang tua wajib memahami waktu dan kondisi Sang anak untuk diberi nasihat. Misalnya ketika anak baru pulang sekolah tiba-tiba sudah diberondong dengan berbagai nasihat, padahal fisik dan pikirannya dalam kondisi yang lelah.

Hal tersebut tentunya akan membuat anak malu, bahkan marah. Jangan harap anak dapat mau mendengar apalagi menuruti nasihat tersebut.

Solusinya adalah pilih waktu, tempat dan kondisi yang tepat. Misalnya saat anak sedang santai, kondisi mood-nya sedang bagus atau ketika kondisi lain yang nampak bahwa anak siap untuk dinasihati.

  • Bagikan