9 Cara Memperbaiki Mental Anak Yang Sering Dimarahi

  • Bagikan
Mental ANak 9 Cara Memperbaiki Mental Anak Yang Sering Dimarahi

Saat anak berbuat kesalahan, sebagai orangtua kita berkewajiban untuk menegur dan meluruskan. Akan tetapi, rasa lelah, bosan, atau emosi yang tidak terkendali sering membuat kita lupa untuk mendidik anak dengan kelembutan.

Sering kita tidak mampu mengendalikan amarah, kelepasan membentak, atau bahkan memukul. Hal ini tentu sangat menakutkan bagi sang anak terutama pada mental, hingga mungkin anak akan mengalami trauma secara psikologis.

Membentak, terlalu sering memarahi, hingga melakukan kekerasan fisik kepada anak berpotensi membuat anak mengalami gangguan perilaku dan depresi di masa depan. Dia bisa tumbuh sebagai manusia yang agresif, atau sebaliknya terlalu menutup diri. Hal ini merupakan dampak dari trauma mental pada anak dari seringnya dimarahi semasa kecil.

Yang dibiasakan sejak kecil dan kenangan yang tersimpan dalam memori akan menentukan masa depan anak. Nah, untuk memperbaiki mental anak akibat seringnya dimarahi sangat penting, Anda sebagai orang tua bisa memperbaikinya dengan sembilan cara berikut:

1. Biarkan Anak Mengekspresikan Perasaannya

Seperti halnya kita sebagai orang tua yang bisa merasakan marah, sedih atau perasaan-perasaan lainnya, Anak pun juga bisa merasakan emosi yang sama. Maka, biarkan dia meluapkan emosinya.

Janganlah memarahinya dan menyuruhnya ketika dia ingin menangis. Jangan larang dia untuk tertawa ketika dia merasa gembira. Hal ini akan membuat emosinya lebih stabil dan terbantu untuk memperbaiki mentalnya.

2. Beri Waktu Khusus Untuk Anak

Kehadiran Anda sebagai orang tuanya sangat dibutuhkan oleh anak. Kehadiran Anda sangat berharga, melebihi segala jenis mainan atau hiburan untuk anak Anda. Keberadaan Anda ketika berada disampingnya akan memberikan ketenangan di dalam dirinya serta menciptakan perasaan disayangi dalam diri anak.

Hal ini tentu bisa membantu memperbaiki mental anak yang sering dimarahi.

3. Ciptakan Hubungan Yang Menyenangkan

Orang tua perlu mengetahui bagaimana cara berteman dengan anak. Dengan menjadi teman untuk anak, orang tua akan lebih mudah mengenali dunia anaknya dan anakpun akan merasa nyaman berdekatan dengan orang tua.

Hal ini akan sangat bagus untuk perkembangan mental anak dan membantu mereka menyembuhkan trauma dari sering dimarahi yang pernah mereka alami.

4. Jangan Mengulangi Kesalahan Yang Sama

Jika telah menyadari dan memahami efek negatif memarahi yang tidak terkendali bagi anak, maka orang tua harus berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama. Belajar untuk mengendalikan diri lebih baik dan menunjukkan perubahan itu pada anak.

Perubahan sikap dan pola asuh orang tua akan berangsur-angsur diikuti oleh perubahan perilaku dan mental anak.

5. Jangan Ragu Untuk Meminta Maaf

Jika Anda memarahi anak sehingga kelepasan membentak mereka dan menyakiti hatinya, jangan ragu untuk meminta maaf. Hal ini akan membuat anak merasa dimanusiakan, diperlakukan sama seperti orang lain.

Dengan Anda tidak malu untuk meminta maaf kepada anak dan mengakui kesalahan, dia akan lebih bisa menerima dan belajar memahami bahwa setiap manusia bisa berbuat kesalahan. Hal ini juga bisa membantunya menyembuhkan luka di hatinya.

6. Pahami Karakter Anak

Perhatikan anak Anda, ketika Anda bercerita dengannya, memberi mereka sesuatu atau sekadar makan bersama dengannya. Hal ini akan membantu Anda lebih mengenali karakter anak Anda dan apa yang sedang ada di dalam pikirannya.

Dengan memahami karakter anak, Anda dapat menentukan strategi maupun sikap yang tepat untuk mengasuh dan mendidik anak.

7. Perbaiki Kualitas Komunikasi Dengan Anak

Jangan anggap bahwa anak-anak tidak tahu apa-apa dan tidak bisa Anda ajak bercerita. Anak sebenarnya cukup mengerti dan bisa memahami cerita Anda, dengan cara sederhana mereka. Maka, ajaklah mereka mengobrol.

Ceritakan hari-hari Anda atau cerita sederhana lainnya. Cara ini akan membuat mereka lebih mengenal Anda. Dengan begitu, anak yang tadinya merasa ketakutan dengan kehadiran orang lain, akan kembali dekat dan senang berinteraksi dengan Anda.

8. Tetap Latih Kedisiplinan

Anda tetap harus bersikap tegas, namun bukan keras. Jika anak memang berbuat salah, berikan pemahaman tentang kesalahan yang dilakukan dan berikan konsekuensi yang mendidik.

Kadang-kadang berilah juga hadiah kecil setelah dia melakukan hal baik atau memujinya atas kebaikan kecil yang dia lakukan. Jangan terlalu sering, namun lakukan dengan ketulusan yang dirasakan oleh anak Anda.

9. Tunjukkan Bahwa Anda Menyayanginya

Anak yang sering dimarahi seringkali merasa bahwa dirinya tidak diinginkan dan disayangi oleh orang lain. Hal ini membuatnya merasa minder dan pendiam, karena diliputi oleh rasa sedih dan tidak bersemangat.

Maka, ungkapkan perasaan bahwa Anda menyayanginya. Jangan segan untuk memeluk dan menciumnya. Kontak fisik mungkin akan lebih bisa mengungkapkan rasa sayang Anda kepadanya.

  • Bagikan