VPS HOSTING
VPS HOSTING

Kamu Harus Tahu, Sering Berbohong Ternyata Bisa Jadi Penyakit!

  • Bagikan
Sering Berbohong Kamu Harus Tahu, Sering Berbohong Ternyata Bisa Jadi Penyakit!

Hampir setiap orang pernah berkata bohong ataupun dibohongi. Namun apabila kebiasaan berbohong ini sulit dihentikan, atau sudah menjadi bagian dari ciri kepribadian seseorang, maka sering berbohong ini merupakan salah satu ciri gangguan psikologis.

Ada berbagai alasan seseorang untuk berbohong, mulai dari menghindari perasaan tidak enak, merasa lebih dihargai, ataupun membuat orang lain merasa kagum. Ada pula jenis bohong untuk kebaikan (white lies). Secara umum, semua jenis kebohongan memiliki konsekuensi yang tidak baik.

Sering berbohong dapat mengganggu kesehatan

Ternyata sering berbohong tidak hanya memiliki dampak sosial, namun juga mempengaruhi kondisi kesehatan. Peneliti menghubungkan, kebiasaan berbohong dapat meningkatkan risiko gangguan kecemasan, depresi, kecanduan judi dan juga risiko kanker serta obesitas.

Selain itu, berbohong juga dapat menurunkan kualitas hubungan interpersonal dan kepuasan kerja. 

Bagaimana Hal Itu Terjadi?

Hal ini disebabkan meningkatnya stress pada seseorang saat berbohong. Ada beban emosional dan fisik yang dirasakan seorang pembohong. Apalagi, berbohong seringkali diikuti dengan kebohongan berikutnya.

Berhati-hati pula berbohong jika Anda memiliki anak, sebab seorang peneliti meyakini, anak belajar hal tersebut dari orang tuanya. Ketika anak mendengar orang tua berbohong, maka ia akan menganggap hal itu diperbolehkan. Waspadai jika berbohong menjadi kebiasaan yang berbahaya.

Kejujuran memang tidak selalu menyenangkan, namun mengatakan atau mendengar kebohongan justru lebih menyakitkan. Ungkapan hal sebenarnya sambil mengupayakan jalan keluar. Sedapat mungkin hindari berkata bohong untuk kondisi kesehatan dan hubungan sosial yang lebih baik.

Apabila Anda atau orang yang Anda kenal memiliki kecenderungan untuk berbohong dan sulit dihentikan, maka disarankan untuk menemui psikiater atau psikolog untuk menggali lebih lanjut apa alasan untuk kebiasaannya tersebut. Kemungkinan hal ini merupakan salah satu pertanda adanya gangguan mental.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *