VPS HOSTING
VPS HOSTING

5 Cara Agar Agar Anak Membereskan Mainannya Sendiri

  • Bagikan
membereskan mainan 5 Cara Agar Agar Anak Membereskan Mainannya Sendiri

Selama pandemi, kegiatan bermain dan belajar semuanya hampir dilakukan di dalam rumah iya gak bund? Kadang sang anak habis main, lupa membereskan mainannya sendiri atau bahkan menolak.

Pasti bunda sendiri pun capek atau ada pekerjaan rumah lainnya. Nah bagaimana sih menciptakan kerja sama agar sang anak terbiasa membereskan mainannya sendiri?

Yuk, ajari 5 cara penting berikut ini Bund agar anak mau membereskan mainannya secara sendiri kelak mereka akan terbiasa kedepannya.

1. Berikan Aturan Membereskan Mainan

Bunda perlu menjelaskan tentang aturan membereskan mainan. Jika anak masih balita, mungkin peraturannya sederhana saja. Yaitu memasukkan semua mainan ke keranjang mainan.

Semakin besar anak, peraturan bisa dibuat lebih spesifik, seperti semua mainan harus disusun rapi, dimasukkan kembali ke dalam kotaknya atau disimpan per kotak berdasarkan jenis mainannya.

2. Tegur Jika Lupa Membereskan

Wajah sang anak yang begitu lucu membuat Anda tak tega menyuruhnya membereskan mainan? Wah, Anda harus tegas, bund. Awalnya mungkin sulit, namun perlahan tapi pasti, anak pasti bisa mengikuti aturan membereskan mainan setelah bermain.

Bagaimana jika anak lupa membereskan? Jangan takut untuk menegurnya, namun cara yang digunakan tentunya wajib dengan halus ya bund.

3. Beri Sanksi Jika Melanggar

Sanksi yang dimaksud bukan menghukum fisik sampai sang anak takut dan trauma ya, Bund. Sanksi yang tepat untuk anak balita misalnya, mainan yang tidak dikembalikan ke tempatnya tidak boleh dimainkan selama 1 minggu dan ini cukup efektif untuk membuat anak jera.

4. Membereskan Mainan Dengan Cara Seru

Misalnya, terapkan kompetisi deadline 5 menit. Gunakan stopwatch di ponsel agar anak melihat waktu tersisa untuk membereskan mainan. Jika anak bisa membereskan mainan dalam waktu kurang dari 5 menit, maka ia menang dan berhak mendapat hadiah pancake favoritnya untuk camilan sore hari.

5. Jadilah Contoh

Tidak ada yang bisa memotivasi anak sebaik contoh baik dari orang tuanya sendiri. Dengan melihat kebiasaan baik Ayah dan Bunda dalam membereskan segala hal, maka sang anak juga pasti bisa mengikutinya.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *