Tips Membujuk Anak Yang Efektif, Begini Caranya

  • Bagikan
Membujuk ANak Tips Membujuk Anak Yang Efektif, Begini Caranya

Sebagai orangtua, salah satu tugas yang harus dilakukan hampir setiap hari dari anak masih kecil hingga dewasa adalah membujuk anak. Membujuk anak dilakukan oleh orangtua untuk berbagai tujuan. Misalnya saja membujuk anak bangun pagi, tidur siang, berhenti bermain, menghabiskan makanan, berangkat dan masuk sekolah, hingga minta maaf.

Bujukan terhadap anak pada dasarnya merupakan upaya orangtua untuk membantu anak agar melakukan pengelolaan atau regulasi kehidupannya sehingga kehidupan anak akan berjalan ke arah yang baik.

Pada praktiknya, membujuk anak seringkali menjadi perkara yang tidak mudah. Banyak orangtua yang menemui kesulitan dalam membujuk anak-anaknya dan kesulitan ini semakin bertambah saat si anak tumbuh menjadi semakin dewasa.

Tak jarang pula kesulitan ini membawa masalah berupa pertengkaran antara orangtua dan anak sehingga menyebabkan rusaknya relasi antar keduanya. Bagaimanakah seharusnya cara orangtua membujuk anak-anaknya? Yukkk Ayah Bunda simak tips berikut ini:

1. Pahami Tujuan Membujuk Anak

Sebaiknya orang tua paham terlebih dahulu tujuan dalam meminta anak, lewat bujukan, untuk melakukan sesuatu. Tujuan membujuk anak sebaiknya memiliki dasar yang kuat berupa kebaikan anak dan lingkungan sekitarnya.

Bukan untuk memenuhi ego orang tua. Misalnya saja orang tua membujuk anak agar tidak ribut bermain karena mengganggu orang tua yang sedang asyik dengan handphonenya.

2. Memberikan Penjelasan

Memberikan penjelasan kepada anak tentang mengapa dia harus melakukan sesuatu. Jika orang tua sudah memiliki tujuan yang adaptif, maka ada satu modal penting di awal yang sudah dimiliki orang tua. Contohnya adalah bahwa dia harus masuk sekolah, rajin belajar dan beribadah demi kebaikan dan membangun masa depannya sendiri.

3. Tidak Memanipulasi

Misalnya saja dengan cara halus membohongi atau menakut-nakuti anak (misal kalau tidak makan nanti akan dibawa orang gila) hingga cara kasar (misal memberikan ancaman pada anak bahwa jika tidak makan orang tua akan meninggalkannya).

Cara ini tampaknya efektif untuk menggerakan anak melakukan perilaku tertentu khususnya dalam jangka pendek.

4. Jangan Katakan Jangan

Menggunakan kata larangan yang negatif serta menggantinya dengan kalimat positif. Contohnya saja, kita dapat mengganti kalimat “Jangan bermain bola di dalam ruangan!” dengan kalimat “Mari kita bermain di luar”, atau bila kita ingin anak kita tidak nakal, daripada sering berkata “Jangan jadi anak nakal”, kita dapat menggantinya dengan kalimat “Jadilah anak yang baik”.

  • Bagikan