VPS HOSTING
VPS HOSTING

Cara Melatih Anak Agar Bisa Lebih Sabar!!

  • Bagikan
Cara melatih anak sabar Cara Melatih Anak Agar Bisa Lebih Sabar!!

Sama seperti orang dewasa, anak pun sering tidak sabar ketika menunggu, baik itu menunggu antrian atau giliran. Anak-anak pun sama sering tidak sabaran.

Misalnya ketika Bunda sedang memasak, kemudian sang anak minta diambilkan sesuatu. Tak jarang karena tidak sabaran maka ia menjadi marah dan menangis.⁣

Lalu Bagaimana Cara Melatih Kesabaran Pada Anak?

Cara terbaik untuk melatih kesabaran pada anak adalah dengan mempraktekannya. Karena semakin sering anak dilatih bersabar, maka anak akan semakin pandai melakukannya. Berikut ini beberapa langkah yang bisa orang tua coba.

1. Pahami Terlebih Dahulu Pemicu Mengapa Anak Menjadi Tidak Sabar

Orang tua perlu memahami terlebih dahulu karakter atau temperamen bawaan anak, apakah ia termasuk easy child, difficult child, atau slow to warm up child.

Setelah itu bisa dilakukan observasi melalui aktivitas sehari-hari. Misalnya saat bermain puzzle apakah ia mudah frustasi atau tidak? Cari tahu penyebabnya, mungkin anak tidak tahu caranya atau yang lain. Bila anak tidak tahu caranya maka orang tua bisa membantu dengan memberi contoh memulainya dari bagian tertentu.

2. Orang Tua Menjadi Contoh Yang Baik

Sabar bukan hanya soal menunggu giliran atau menunggu hal yang kita inginkan. Sabar lebih pada kemampuan untuk menunggu dengan tenang (misalnya tidak teriak-teriak). Oleh karena itu jadilah contoh yang baik misalnya ketika menunggu antrian bersama anak.

Selain itu, orang tua bisa menggunakan permainan agar anak tetap punya sesuatu yang dilakukan selagi menunggu. Misalnya mengajak anak bermain tebak-tebakan sehingga anak bisa terhindar dari stress dan tantrum.

3. Lakukan Dengan Tenang

Terkadang anak hanya butuh didengar dan sedikit bantuan untuk menyalurkan rasa frustasi yang ia rasakan. Oleh karena itu, bantulah anak untuk keluar dari rasa frustasi yang sedang dihadapi dengan cara yang tenang.

Saat anak mulai terlihat gelisah dan tantrum, buatlah kontak mata dengannya, berikan sentuhan atau genggam dengan lembut tangan anak. Jaga suara orang tua agar bisa setenang mungkin dan mintalah anak untuk bersabar dan sedikit menunggu.

4. Pengaturan Waktu Yang Tepat

Mungkin kita sering mengatakan kepada anak untuk menunggu dengan berkata, “Tunggu ya nak 2 menit lagi, atau 5 menit lagi”. Padahal anak sendiri belum memahami konsep waktu tersebut.

Daripada mengatakan konsep waktu yang belum anak pahami, coba diganti dengan “Bunda atur alarm sampai 2 menit ya, bunda mau beres-beres dulu, kalau alarm sudah berbunyi kring nanti bunda akan datang temani kamu bermain”.

Contoh yang kedua lebih efektif karena memberikan gambaran yang nyata kepada anak dalam melatih kesabarannya.

5. Melatih Bersabar Melalui Aktivitas Tertentu

Lakukan aktivitas bersama yang bisa melatih kesabaran anak. Misalnya dengan bercocok tanam atau menempel mozaik dengan kertas atau biji-bijian. Melalui permainan yang membutuhkan waktu dan kesabaran ini maka anak secara tidak langsung akan berlatih sabar dengan cara yang lebih seru.

Melatih kesabaran pada anak memang membutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar ya Bunda. Sebaiknya latihan kesabaran ini dilakukan secara terus-menerus agar hasilnya maksimal. Anak perlu berlatih kesabaran agar saat dewasa kelak anak mampu menyelesaikan masalah dengan kepala dingin dan tidak berdasarkan emosi sesaat.⁣

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *