VPS HOSTING
VPS HOSTING

6 Perilaku Buruk Anak Yang Tidak Boleh Dibiarkan dan Cara Mengatasinya

  • Bagikan
6 Perilaku Buruk Anak 6 Perilaku Buruk Anak Yang Tidak Boleh Dibiarkan dan Cara Mengatasinya
Freepik

Ada kalanya dalam proses tumbuh kembangnya, si Anak tidak mampu mengontrol perilakunya sendiri.

Perilaku anak perlu diperhatikan karena dapat mempengaruhi kepribadiannya saat beranjak dewasa.

Berikut ini adalah beberapa perilaku buruk anak yang sebaiknya tidak disepelekan oleh orang tua.

1. Bersikap Tidak Sopan

Kita sebagai orang tua pasti gemes saat si Anak bersikap tidak sopan terhadap orang yang lebih tua. Terlebih jika ia melakukannya dengan gestur yang tidak menyenangkan, seperti menutup kuping atau memperagakan gerak bibir orang lain, dll.

Cara mengatasinya: Tunjukan kepada si Anak bahwa perilakunya tidak baik. Lakukan dengan cara yang lembut dan tidak terkesan menyalahkan. Beri peringatan bahwa ia pasti akan merasa sedih jika diejek atau tidak dihargai seperti itu.

Jika si Anak terlihat merenungi hal ini, artinya si Anak mulai memahami mana hal yang baik dan tidak baik.

2. Memotong Pembicaraan

Contohnya saat Bunda sedang mengobrol, si Anak sering tak berhenti mengganggu dan menyela sampai Bunda mendengarkannya. Jika dibiarkan, ia bisa tumbuh menjadi anak yang suka menyela pembicaraan orang lain.

Cara mengatasinya: Jika hal ini terjadi berulang kali, Bunda dapat mulai bersikap tegas. Katakan bahwa ia harus bersabar menunggu pembicaraan orang lain selesai sebelum berbicara. Bunda juga bisa bersikap sedikit cuek saat ia mengulangi menyela pembicaraan setelah diingatkan.

3. Mengambil Milik Orang Lain Tanpa Izin

Jika si Anak sering mengganti channel TV tanpa izin, padahal ada orang lain yang sedang menonton, atau ia suka mengambil mainan temannya tanpa izin, maka perlu segera dikoreksi. Jika tidak, maka si Anak bisa jadi punya kebiasaan melakukan hal semaunya.

Cara mengatasinya: Jelaskan bahwa ia tak bisa melakukan sesuatu tanpa meminta izin, karena bisa membuat orang lain sedih atau marah. Ajarkan empati dengan meminta si Anak membayangkan jika ia berada di posisi orang lain, ia pasti tidak suka saat ada orang lain merebut barang miliknya.

4. Pura-Pura Tidak Mendengar

Misalnya ketika diminta mengerjakan sesuatu, si Anak berpura-pura tidak mendengar dan tetap menonton TV. Bunda harus mengatakan hal yang sama berulang-ulang.

Cara mengatasinya: Mulailah mengambil perhatiannya ketika berbicara. Bunda bisa memanggil namanya, menyentuh pundaknya, saling bertatap muka, bahkan bila perlu mematikan siaran TV yang ditonton agar ia mendengarkan.

Perlu diingat, lakukan dengan nada tegas, tapi bukan memarahinya sambil berteriak ya, Bund.

5. Suka Berbohong

Jika Anak pintar berbohong sejak kecil, ada risiko ia menjadi pathological liar saat telah menjadi dewasa. Ada anak yang berbohong karena ia ingin terlihat keren, menghindari tanggung jawab, sampai menghindari masalah.

Cara mengatasinya: Saat si Anak berbohong, hindari menegurnya di depan orang banyak. Nanti ia merasa dipermalukan. Ajak anak pulang dan bicara berdua. Cari tahu apa alasannya ia berbohong dan berikan pengertian bahwa berbohong adalah perbuatan yang buruk. Jangan lupa tanamkan nilai-nilai kejujuran kepadanya.

6. Suka Marah-Marah

Kebiasaan mudah marah si Anak bisa disebabkan oleh kondisi tantrum, di mana ia belum paham bagaimana menyatakan keinginannya dengan baik dan benar.

Cara mengatasinya: Untuk menghadapi perilaku Anak yang suka marah-marah, Bunda perlu kesabaran ekstra, jangan membalasnya dengan amarah. Ajak ia berbicara dari hati ke hati dan tanyakan apa yang ia mau. Teguran yang tidak disertai emosi umumnya dapat memberi respons positif bagi Anak.

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *