VPS HOSTING
VPS HOSTING

5 Ciri Orang Dengan Kecerdasan Emosional Rendah

  • Bagikan
Kecerdasan Emosional 5 Ciri Orang Dengan Kecerdasan Emosional Rendah
Freepik

Kecerdasan emosional itu tidak kalah penting dari kecerdasan intelektual. Orang dengan kecerdasan emosional yang baik akan mampu mengelola emosinya dengan baik pula.

Apa sih Kecerdasan Emosional itu?

Kecerdasan Emosional (EQ) adalah kemampuan untuk mengenali dan memahami emosi diri sendiri dan orang lain. Selain Kecerdasan Intelektual (IQ), Kecerdasan Emosional juga tidak kalah penting dalam hidup.

Orang dengan EQ yang baik juga bisa mengelola emosi-emosinya dengan baik. Lalu, apa saja ciri-ciri orang yang memiliki kecerdasan emosional rendah?

1. Emosi Tidak Stabil

Mereka tidak bisa mengontrol emosinya. Mereka selalu memberikan reaksi yang berlebihan. Misalnya, kalau mereka marah itu meledak-ledak. Begitu pula ketika mereka gembira, mereka tidak bisa mengendalikan kegembiraannya.

Dan seringkali pula, kemarahannya dilampiaskan dengan cara yang salah, kepada objek yang salah, dan untuk alasan yang salah.

2. Merasa Selalu Paling Benar

Mereka dengan EQ rendah itu keras kepala dan tidak bisa menerima kritikan. Mereka selalu merasa benar dan orang lain salah. Sekalipun kita memberikan bukti nyata bahwa mereka melakukan kesalahan, mereka akan balik berargumen bahwa bukti kita itu salah.

Maka tidak heran kalau mereka sering sekali mengulang-ulang kesalahan yang sama.

3. Sangat Rentan Terhadap Stress

Ketika berada di situasi yang tidak nyaman, mereka sangat gampang merasa cemas dan stress. Mereka tidak bisa mengontrolnya hingga pikiran mereka pun jadi kacau.

Dan kalau sudah begini, biasanya mereka juga jadi mudah terlibat salah paham atau perselisihan dengan orang lain. Karena emosi dan pikiran mereka sudah tidak jernih.

4. Suka Menyalahkan Orang Lain Atas Masalahnya

Mereka tidak bertanggung jawab atas tindakannya dan suka playing victim. Menganggap dirinya sebagai korban dan mengkambinghitamkan orang lain atas masalah yang sebenarnya disebabkan oleh dirinya sendiri.

5. Tidak Punya Empati

Mereka tidak bisa “membaca” atau memahami perasaan orang lain. Misalnya, mereka suka melontarkan candaan tidak pantas tepat setelah peristiwa tragis, atau memberikan komentar bersifat merendahkan atau mengolok.

Tapi, mereka tidak merasa kalau ucapan mereka itu tidak pantas.

“Anybody can become angry-that is easy. But to be angry with the right person and to the right degree and at the right time and for the right purpose and in the right way – that is not within everybody’s power and is not easy.”– Aristotle

banner 120x600
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *