Ketika Kamu Selalu Dibanding-bandingkan

  • Bagikan
Ketika Kamu Selalu Dibanding bandingkan0A Ketika Kamu Selalu Dibanding-bandingkan

Sebagian dari kita mungkin sudah sering dibanding-bandingkan dengan orang lain, entah itu dengan saudara sendiri, rekan kerja, atau bahkan orang yang sama sekali tidak kita kenal.

“Si X sekarang udah kerja di perusahan A loh, wih gede pasti itu gajinya. Kamu nggak mau kayak dia?”

“Saya waktu seumur kamu udah nikah loh, kamu kapan?”

“Cobain deh perawatan biar cantik kayak adek kamu.”

Nggak jarang rasa kesal bahkan marah muncul ketika kita dihadapkan pada situasi seperti ini. Terlebih jika kalimat perbandingan ini terlontar tanpa dibarengi dengan apresiasi terhadap suatu hasil dari jerih payah kita sendiri.

Di satu sisi, perbandingan ini dilakukan dengan anggapan bahwa hal ini dapat memotivasi kita, agar kita sama baiknya atau bahkan lebih baik dari orang yang menjadi subjek perbandingan.

Dari sudut pandang tersebut tentu tidak ada yang salah. Malah bisa saja kita jadi lebih memahami kekurangan diri.

Namun, disisi lain, tidak semua orang memiliki persepsi yang sama. Alih-alih termotivasi, tidak sedikit orang yang malah merasa tidak dihargai, sehingga justru menjadi tidak percaya diri.

Kebiasaan membanding-bandingkan mungkin memang sudah seperti menjadi “budaya” yang ada secara turun menurun. Dalam hal ini, kita mungkin tidak punya kuasa untuk serta merta menghilangkannya.

Namun, setidaknya kita bisa mulai berani menceritakan kembali kemampuan dan pencapaian kita yang lebih dari apa yang mereka tau.

Dan jangan sedih berkepanjangan, karena kualitas diri kita tidak diukur dari omongan orang lain. Tetaplah percaya pada prosesmu sendiri, yang terpenting kamu tau apa yang sedang kamu jalani memanglah yang terbaik yang kamu bisa saat ini.

  • Bagikan