5 Tipe Orang Yang Suka Menunda-nunda

  • Bagikan
Menunda Pekerjaan 5 Tipe Orang Yang Suka Menunda-nunda

Ada tugas bikin makalah, nih. Emm, entar aja deh!. Harusnya, sih kudu mulai ngerjain project. Tapi entar aja, ah!. Familiar gak dengan situasi seperti ini? Yups suka menunda-nunda pekerjaan.

Rasanya hampir semua orang pasti pernah menunda-nunda mengerjakan sesuatu. Tapi ternyata, orang yang suka menunda itu ada tipe-tipenya loh. Tergantung pada pemicunya. Apa saja tipe-tipenya? Ini dia diantaranya:

1. The Perfectionist

Karena menginginkan hasil yang sempurna, biasanya mereka cenderung menunda sembari menunggu mood yang terbaik, waktu yang paling pas, atau cara paling tepat mengerjakannya.

Baca juga:  4 Tips Untuk Lebih Percaya Diri

Dan alih-alih menyelesaikan sesuatu mereka biasanya terjebak dalam siklus menambahkan, mengedit dan menghapus yang tidak pernah berakhir.

2. The Ostrich

Di dalam pikiran mereka, mereka punya rencana besar dan ambisius, serta membayangkan bagaimana hasilnya. Tapi sayangnya, rencana ini hanya akan tetap menjadi wacana saja. Mereka kerap menunda melakukan aksi yang nyata.

Mungkin karena mereka tidak berani untuk menghadapi rintangan yang tak sesuai bayangannya. Atau mungkin karena mereka pun tidak tahu bagaimana cara mewujudkannya.

3. The Self Saboteur

Sebenarnya, mereka merasa takut jika sampai gagal atau membuat kesalahan. Mereka merasa tidak kompeten untuk melakukannya dengan baik. Sehingga mereka memilih untuk tidak melakukan apa-apa, supaya tidak ada hal buruk yang terjadi.

Baca juga:  2 Tips Supaya Kamu Lebih Pede Public Speaking

4. The Daredevil

Sistem kebut semalam! The Power of Kepepet!. Biasanya mereka ini lebih bergairah dan lebih kreatif saat berada dibawah tekanan deadline yang semakin dekat. Mereka cenderung menikmati sensasi adrenalin di menit-menit terakhir ini.

Tapi, ada kemungkinan besar mereka akan mengorbankan kualitas pekerjaannya karena terburu-buru. Atau mengorbankan kesehatannya demi menyelesaikannya.

5. The Chicken

Mereka cenderung bekerja semaunya sendiri. Karena mereka memang tidak terlalu peduli dengan pekerjaannya. Selain itu, mereka juga kurang memiliki kemampuan untuk memprioritaskan pekerjaannya.

Mereka melakukan apa yang mereka pikir perlu mereka lakukan, bukannya apa yang memang benar-benar harus dilakukan.

Bagaimana Solusinya?

  • Sadari tanggung jawabmu atas pekerjaan itu.
  • Coba tuliskan apa saja yang diperlukan untuk bisa menyelesaikannya (sumber daya, keterampilan, rintangan yang mungkin muncul dan solusinya).
  • Break down ke dalam langkah-langkah kecil.
  • Buatlah to do list berdasarkan prioritas pekerjaan dan berikan deadline untuk setiap poinnya dan bagi waktu dengan efisien.
  • Ingatlah bahwa melakukan kesalahan, kekurangan atau gagal itu gapapa. Itu jauh lebih baik daripada tidak melakukan apa-apa.
Baca juga:  5 Tips Menjadi Menantu Idaman Dan Disayang Mertua
  • Bagikan