6 Tips Agar Anak Tumbuh Bahagia

  • Bagikan
Anak Tumbuh Bahagia 6 Tips Agar Anak Tumbuh Bahagia

Kebahagiaan saat masa anak-anak memiliki pengaruh positif terhadap tumbuh kembang kognitif (proses belajar), nilai diri (self esteem), social skill, serta karakter anak saat dewasa nanti. Anak yang bahagia sejak kecil memiliki peluang lebih besar untuk menjadi individu yang memiliki emosi positif.

Saat merasa bahagia, anak juga punya kepuasan hidup yang tinggi ketika dewasa. Bahkan kebahagiaan masa anak-anak telah diakui sebagai sumber faktor paling berpengaruh terhadap kebahagiaan seseorang saat dewasa dibanding sumber kebahagiaan lain seperti keberhasilan akademik, jabatan pekerjaan atau kekayaan.

Nah, jadi bagaimana cara agar anak tumbuh bahagia? Berikut ini 6 tips untuk orang tua agar anak tumbuh bahagia dari Psikolog Vera Itabiliana diantaranya:

Baca juga:  5 Sikap Orang Tua Yang Membuat Anak Jadi Keras Kepala

1. Memberikan Makanan Bergizi Seimbang dan Tepat Waktu

Makanan bergizi sangat penting bagi pertumbuhan anak. Selain itu, rutinitas juga sangat dibutuhkan anak. Jadwal makan yang teratur membantunya paham kapan harus makan, sehingga ia lebih tenang dan lebih mudah diatur (disiplin).

2. Mendampingi Anak Saat Bermain dan Eksplorasi

Jangan sampai anak hanya diberikan mainan atau gadget, lalu dibiarkan main sendiri tanpa ada interaksi dengan orang tua. Keterlibatan orang tua sangat penting untuk menguatkan bonding dengan anak, sehingga anak merasakan kehadiran orang tua dan tidak merasa diabaikan.

Baca juga:  Ini 9 Cara Membantu Anak Mengatasi Fobia

3. Mengekspresikan Emosi Positif

Rasa syukur bisa membuat kita merasa lebih bahagia dalam segala kondisi. Membiasakan anak untuk selalu bersyukur dapat membuatnya lebih bahagia dalam jangka panjang.

4. Memastikan Anak Tidur Cukup

Sebagaimana orang dewasa, kurang tidur juga bisa menyebabkan bad mood pada anak, sehingga anak sangat mudah rewel. Selain itu, tidur juga penting untuk pertumbuhan anak.

5. Memberikan Cinta Tanpa Syarat Untuk Anak

Anak harus merasa diterima dan disayangi tanpa syarat. Anak yang merasa tidak diterima, akan sulit untuk bahagia.

6. Menjadi Pendengar Yang Baik dan Antusias Bagi Anak

Saat anak bercerita, dengarkan dengan tulus dan penuh perhatian. Hadapkan wajah dan mata kita ke anak, jauhkan terlebih dulu gadget. Jangan buru-buru memotong pembicaraannya dan berikan tanggapan yang positif, sehingga anak benar-benar merasa didengar.

Baca juga:  6 Perilaku Buruk Anak Yang Tidak Boleh Dibiarkan dan Cara Mengatasinya

“Seorang anak yang dicintai dan memiliki pola asuh yang lebih baik sejak dini, akan memiliki hippocampus 10% lebih besar. Yaitu bagian otak yang penting untuk proses belajar, memori, respon terhadap stress. Secara umum dapat diasumsikan bahwa masa kecil yang dipenuhi cinta ibu adalah masa kecil yang bahagia”– Joan L.Luby, MD, Professor of Child Psychiatry.

  • Bagikan