7 Life Skill Yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

  • Bagikan
7 Life Skill 7 Life Skill Yang Perlu Diajarkan Kepada Anak

Life skill adalah kemampuan untuk mengerti dan menangani kondisi sulit yang dihadapi dari lingkungan sekitar.

7 skill ini sebaiknya diajarkan kepada anak agar anak dapat tumbuh mandiri dan bermental kuat.

1. Cara meminta maaf

Minta maaf bukan sekedar kata-kata. Pahamkan bahwa sebelum minta maaf, dia harus menyadari kesalahannya apa, lalu jika sudah bisa menerima kesalahan itu, baru sampaikan permintaan maaf. Jangan menjadikan kata “maaf” hanya sebagai tiket untuk berdamai (tanpa kesadaran, tidak tulus).

Baca juga:  9 Cara Memperbaiki Mental Anak Yang Sering Dimarahi

2. Mau berbagi dan murah hati

Beri pemahaman bahwa manusia perlu berbagi kepada sesama. Misalnya dengan berlatih berbagi makanan atau mainan kepada teman atau adik. Anak perlu tahu bahwa berbagi kebahagiaan dengan orang lain akan melipat gandakan kebahagiaan yang kita rasakan dan itu tak ternilai harganya.

3. Menyampaikan perasaan

Emosi berlebihan terjadi karena anak tidak tahu cara mengkomunikasikan perasaannya. Bantu anak untuk mengenali emosi atau perasaannya (sedih, bahagia, kecewa, marah). Saat anak bercerita, hindari menghakimi atau meremehkan perasaannya.

Jadilah orang tua yang bisa menjadi tempat ternyaman bagi anak untuk terbuka soal perasaannya.

4. Menerima penolakan dan kekalahan

Ketika anak mengalami kegagalan, jangan terlalu menekankan pada kesalahannya. Bantu anak untuk memahami pencerahan bahwa kegagalan atau penolakan adalah kesempatan untuk belajar lebih baik lagi.

Baca juga:  Penyebab Anak Tidak Mau Mendengarkan Nasihat Orangtua

Selalu dampingi anak dan semangati dia untuk bangkit dan berusaha kembali.

5. Menerima perbedaan

Pahamkan anak bahwa perbedaan adalah hal baik, dan selalu ada sisi-sisi baik yang bisa kita ambil dari berbagai perbedaan. Berikan teladan bagaimana menghargai perbedaan dan bertoleransi.

6. Menghargai orang lain

Dimulai dengan kita menghargai keputusan anak. Jika hal itu bukanlah hal yang ideal menurut pandangan kita, tidak perlu marah, tapi jelaskan dengan baik. Apapun hasilnya, tetap hargai sikap dan keputusannya.

Dengan begitu, anak akan meniru dan paham bagaimana cara menghargai orang lain.

7. Mengetahui batas diri sendiri

Orang yang tidak mengetahui batas dirinya berpotensi mengalami stress bahkan depresi karena beban yang ditanggung terlalu berat. Anak perlu dibimbing untuk menemukan potensinya, bagaimana agar tidak terlalu percaya diri, tahu kapan harus berusaha keras dan kapan harus beristirahat.

Baca juga:  Anak Suka Berteriak? Jangan Dimarahi, Begini Cara Menangani Yang Benar

Jangan biasakan memforsir anak pada suatu hal.

  • Bagikan