Anak Suka Memukul? Begini Cara Mengatasinya

  • Bagikan
Anak Suka Memukul Anak Suka Memukul? Begini Cara Mengatasinya

Pasti bikin cemas dan khawatir deh, bila mulai sering melihat Sang Anak suka memukul untuk melampiaskan perasaan tidak senangnya. Apalagi bila teman bermain dan orang asing ikut jadi korban, betul tidak bund?

Menurut psikolog anak, alasan utama Sang Anak suka memukul saat merasa kesal atau marah adalah karena belum tahu cara yang benar untuk mengekspresikan emosinya. Adapun penyebab anak memukul diantaranya:

  • Anak mencoba mempertahankan area atau miliknya
  • Anak belum mampu mengekspresikan kebutuhan atau keinginannya dengan kata-kata
  • Merasa tidak nyaman (lelah, lapar, ngantuk, haus, dsb)
  • Kurang kegiatan untuk menyalurkan energi
  • Belum bisa mengontrol emosi

Sang Anak juga memukul tanpa sadar akan konsekuensi yang ditimbulkan dari perilakunya. Agar tidak sampai jadi kebiasaan buruk yang terus terbawa hingga tumbuh besar nanti, yuk simak tips cara mengatasi Sang Anak yang suka memukul dengan 10 cara ini.

1. Apresiasi Saat Anak Berbuat Baik

Misalnya, puji Sang anak saat ia dapat meminta temannya untuk bergantian menggunakan mainan dengan baik-baik. Senantiasa jaga pola asuh anak yang baik demi masa depannya.

2. Ajak Anak Berdiskusi Tentang Tindakannya

Setelah tenang, jika memungkinkan ajak ia untuk mendiskusikan mengapa ia memukul. “Kamu tidak mau mainanmu diambil?”, “Kamu mengantuk?”, “Kamu mau makan makanan yang dimakan temanmu?”.

Ajarkan cara menyampaikan perasaannya dengan baik, agar ia belajar bahwa bicara baik-baik lebih efektif dibanding memukul. Setelah itu, Bunda dapat berkata bahwa ia dapat kembali bermain hanya jika ia dapat bermain tanpa menyakiti anak lain.

3. Batasi Waktu Anak Mengakses Media

Games, film ataupun acara TV dapat membuat anak mudah meniru gerakan berteriak, mengancam, hingga memukul. Jadi, pastikan Bunda juga menemani, mengawasi atau membatasi apa yang ditonton anak melalui media.

Baca juga:  Anak Suka Berteriak? Jangan Dimarahi, Begini Cara Menangani Yang Benar

4. Hindari Membalas Dengan Menggunakan Kekerasan

Memukul, mencubit atau melakukan tindakan fisik apapun yang termasuk kekerasan pada anak justru akan membuat anak semakin beranggapan bahwa menggunakan tangan dan kaki adalah solusi.

Padahal Bunda sedang ingin memberitahu bahwa memukul dan menendang itu tidak baik dilakukan.

5. Hindari Memberikan Apa Yang Ia Mau Saat Memukul

Sang Anak perlu belajar bahwa memukul tidak akan mendatangkan apapun selain hukuman atau pengabaian. Sebaliknya, berbicara dan memeluk mungkin dapat menjadi cara yang lebih efektif.

6.  Katakan Bahwa Dipukul Itu Menyakitkan

Bunda dapat jongkok hingga mata Bunda menatap sejajar dengan mata Sang Anak. Katakan dengan lembut dan tegas bahwa dipukul itu sakit. Menyakiti orang lain itu tidak baik. Jelaskan dengan singkat bahwa tidak apa-apa untuk merasa marah, tapi tidak boleh sampai menyakiti teman.

Jika ia masih terus memukul, Bunda dapat menjauhkan Sang Anak dari teman-temannya dan menghukumnya dengan memintanya berdiam di satu tempat selama satu menit. Cara ini dapat memberinya kesempatan untuk menenangkan diri.

7. Mengajarkan Untuk Menggunakan Tangan Secara Menyenangkan

Bunda perlu memberikan waktu untuk memeluk, membelai ataupun memijat Sang Anak agar ia belajar untuk menggunakan tangan dengan cara lembut. Jika ia ingin mulai memukul Bunda dapat mengalihkannya, misalnya dengan gerakan “Tos”

Baca juga:  Inilah Alasan Mengapa Anak Suka Marah-Marah

8. Menjauhkan Dari Anak-Anak Atau Orang Lain

Jika ia memukul, apabila memungkinkan, jauhkan ia dari anak-anak lain untuk mengalihkan perhatiannya. Bunda dapat mengarahkannya pada mainan lain. Jika ia yang mengambil mainan anak lain, sebaiknya hindarkan ia dari mainan tersebut agar ia tahu bahwa bersikap kasar membuatnya tidak mendapatkan apapun.

9. Minta Anak Untuk Meminta Maaf

Meski mungkin ia masih menolak atau tidak tulus, tetapi setidaknya Bunda sudah mencoba menanamkan kebiasaan baik. Anak mungkin belum bisa membayangkan dirinya ada di posisi anak yang dipukulnya. Tetapi terus bantu ia memahami dan menyadari konsekuensi dari tindakannya tersebut.

10. Tegas Dan Konsisten

Yang tidak kalah penting, konsisten dalam mendisiplinkan anak setiap kali ia memukul, sehingga Sang anak belajar bahwa tidak ada kesempatan dan ruang untuk kekerasan. Jika perilaku memukul terus berlanjut, jangan segan meminta bantuan profesional, seperti konsultasi pada dokter psikologi anak.

  • Bagikan