Cara Terbebas Dari Jeratan KeBucinan

  • Bagikan
Jeratan KeBucina Cara Terbebas Dari Jeratan KeBucinan

Mengenai Bucin itu ada 2 tipe. Pertama bucin prematur yaitu bucin yang terlalu dini bahkan sejak masih dalam tahap PDKT, biasanya tipe-tipe bucin yang seperti ini sering menjadi makanan empuk para bucin hunter. Endingnya sudah bisa ditebak, kalau gak jadi tukang ojek ya jadi atm berjalan.

Tipe kedua adalah bucin wes kadung jeru (sudah terlalu dalam), yaitu bucin yang sudah lama menjadi pasangan. Ciri-cirinya sangat kelihatan, contohnya kemana-kemana gandengan tangan, suka pake baju couple atau bahkan main bajak-bajakan medsos.

Kalau sudah ditahap seperti ini mungkin Ningsih Tinampi pun angkat tangan kalau disuruh untuk mengobati mereka. Terlepas dari apapun itu semua, menjadi bucin atau tidak itu adalah hak prerogatif anda-anda sekalian. Yang penting sisakan ruang di hati untuk mencintai diri sendiri.

Nah, ada cara agar anda-anda sekalian bisa terbebas dari jeratan kebucinan. Sekarang ikuti 5 cara ini agar anda terbebas dari kebucinan.

1. Jangan Takut Jomblo

Wahai kalian jamaah al buciniyah, janganlah kamu takut menjadi jomblo karena harusnya jomblo yang takut sama kalian. Kalian itu nyusahin dan kalau dibilangin pasti dah alibinya mau gimana lagi namanya juga sudah sayang dan cinta.

Sadarlah kalian itu bukan cinta, itu pengorbanan. Tahukah gimana ujungnya? kalian cuma nyakitin diri sendiri. Jatuh cinta itu patah hati yang disengaja kalau kamu jatuh cintanya sama orang yang salah. Ngapain dipertahanin kalau adanya cuma nyakitin?

Gila lemes banget saya ngomongnya yak, jomblo mah bebas.

2. Pakai Logika

Jatuh cinta itu diibaratkan seperti orang mabok. Gak heran kalau logikanya sering ngelag atau bahkan afk. Jadi cobalah untuk berpikir logis dan jangan terlalu bergantung sama perasaan. Memang tidak mudah.

Baca juga:  3 Hal Penyebab Ngomong Bisa Jadi Belibet dan Cara Mengatasinya

Agnes Monica pun mengakui kalau cinta ini kadang tak ada logika. Kalo bisa tak ada logikanya kadang-kadang aja lah jangan sering-sering.

3. Berani Bilang Enggak

Karena cinta kamu rela jadi tukang ojek langganannya, karena cinta kamu rela jadi betadine buat ngobatin lukanya dan karena cinta kamu rela bayarin tagihan BPJSnya, sekeluarga pula.

Coba deh kamu interupsi diri (maksudnya intropeksi tapi karena nulis instrospeksi itu susah jadi saya nulis interupsi).

Apakah benar itu karena cinta? Jangan-jangan selama ini kamu cumak gak berani aja buat nolak atau bahkan karena kamu gak enak buat nolaknya.

Sekarang kamu harus tegas pada dia dan dirimu sendiri. Berani bilang tidak, berani buat nolak permintaannya dan berani terima konsekuensinya. Paling-paling diputusin doank.

Baca juga:  5 Hal Pedih Yang Cuma Dirasain Sama Seorang Jomblo

4. Swasembada

Buciners itu sangat bergantung pada pasangannya, bahkan kalau pasangannya ngejauh dikit aja dia langsung ngos-ngosan karena kehilangan separuh nafasnya. Sekali-sekali pergilah sendirian tanpa pasangan atau kalau takut minimal ajak teman. Sedikit demi sedikit kamu akan menghilangkan ketergantungan sama pasangan dan menjadi swasembada mandiri dan independen.

Kalau kamu kesulitan cari referensi, cobalah tengok temanmu yang jomblo. Niscaya kamu akan mengerti apa makna swasembada yang sesungguhnya.

5. Jangan Pacaran Atau Cari Gebetan

Inti dari segala inti permasalahan kebucinan itu ya karena kamu pacaran atau minimal punya gebetan. Kalo belum siap ya jadi jomblo aja. Lebih baik sendiri dulu daripada jalan sama orang yang salah.

Manfaatkan waktumu untuk kegiatan yang produktif beternak pokemon misalnya. Percaya deh, jodoh gak akan kemana pasti dia #dirumah aja karena lagi pandemi corona.

  • Bagikan