Merasa Depresi Setelah Melahirkan?

  • Bagikan
24888 Merasa Depresi Setelah Melahirkan?
Designed by Freepik

Pernahkah kalian mendapati kolega, teman atau anggota keluarga Anda yang menjadi depresi setelah melakukan persalinan? Kemungkinan besar mereka mengalami suatu gangguan depresi yang disebut sebagai depresi postpartum.

Depresi Postpartum merupakan masalah psikologis yang dialami oleh ibu setelah melahirkan yang ditandai dengan perasaan sedih, cemas, kehilangan minat dalam kegiatan sehari-hari, penurunan konsentrasi bahkan ide bunuh diri.

Pada kasus yang berat depresi ini dapat diikuti dengan gejala psikotik seperti halusinasi, waham dan pikiran untuk membunuh bayi. Diketahui sekitar 20% hingga 40% wanita melaporkan adanya suatu gangguan emosional atau disfungsi kognitif pada masa pasca persalinan.

Gejala Depresi Setelah Melahirkan

Berdasarkan temuan dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), 20% ibu baru mengalami satu atau lebih gejala dari depresi postpartum seperti:

  • Merasa down dan depresi seharian atau bahkan beberapa minggu atau lebih.
  • Merasa jauh dan menarik diri dari keluarga dan teman
  • Kehilangan minat pada aktivitas sehari-hari
  • Perubahan pada pola makan dan tidur
  • Merasa lelah seharian
  • Mudah marah dan menjadi lebih sensitif
  • Memiliki perasaan cemas, khawatir dan mengalami serangan panik

Gejala depresi postpartum ini mulai muncul pada minggu-minggu pertama setelah melahirkan. Terkadang gejala depresi ini baru muncul hingga satu bulan setelah melahirkan. Jika kamu mengalami gejala-gejala depresi ini, kamu harus memberi tahu orang terdekat sebagai upaya pertolongan pertama.

Baca juga:  Obat Herbal Alergi dan Gatal Kulit Tradisional

Penyebab

Ada beberapa faktor yang dapat mengakibatkan munculnya depresi postpartum. Wanita dengan riwayat depresi dan masalah mental lain memiliki risiko tinggi terkena gangguan ini. Faktor-faktor lain yang berpengaruh seperti.

  1. Perubahan hormon setelah melahirkan
  2. Adanya pemicu stres seperti masalah finansial, pekerjaan, penyakit atau kematian seseorang yang dicintai
  3. Perubahan dalam hubungan sosial atau kurangnya dukungan dari orang sekitar
  4. Mengasuh anak dengan kebutuhan khusus
  5. Memiliki riwayat keluarga dengan masalah kesehatan mental

Penanganan

Jika kamu mengalami gejala-gejala depresi postpartum, kamu bisa berkonsultasi dengan profesional untuk tindakan pengobatan. Profesional kemungkinan akan merekomendasikan untuk mengambil sesi konseling atau memberikan pengobatan anti depresi. Selain itu juga kamu bisa mengikuti tips berikut:

Baca juga:  10 Fakta Penuaan Kulit Yang Perlu Kalian Ketahui
  1. Tidur yang cukup
  2. Luangkan waktu untuk berolahraga
  3. Buat lingkungan sekitarmu dengan keluarga dan teman yang suportif
  4. Minta bantuan orang terdekatmu untuk membantu mengawasi anak saat kamu merasa butuh waktu sendiri.

Referensi

  • American Psychological Association. Postpartum Depression
  • Arnold Lieber, MD.2019. Postpartum Depression (PPD)
  • Nasri, Z, Wibowo, A, Ghozali, E.2017. Faktor determinan depresi Postpartum di Kabupaten Lombok Timur.
  • Bagikan