Wajib Tahu! Inilah Kisah dan Keutamaan Maulid Nabi SAW

  • Bagikan
Kisah dan Keutamaan Maulid Nabi 1 1 Wajib Tahu! Inilah Kisah dan Keutamaan Maulid Nabi SAW

Kisah dan Keutamaan Maulid Nabi SAW

Sulthan ‘Arifin Imam Jalaluddin As-Suyuthi dalam kitab beliau yang diberi nama “Al Wasaa`il Fii Syarhi Asy-Syamaa`il” berkata :

مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Tiada dari suatu rumah atau masjid atau perkemahan yang dibacakan di dalamnya Maulid Nabi ﷺ‎, kecuali malaikat mengelilingi rumah, masjid dan kemah tersebut, dan malaikat meminta ampunan dosa terhadap penghuni tempat tersebut, dan Allah meliputi mereka dengan rahmat dan keridhaan(-Nya). Dan adapun malaikat yang dikelilingi dengan cahaya yakni Jibril, Mikail, Israfil dan ‘Izrail -‘alaihimussalam-maka mereka meminta ampunan dosa terhadap orang-orang yang menjadi penyebab bagi pembacaan Maulid Nabi ﷺ‎ وَقَالَ أَيْضًا : Dan Beliau juga berkata :

مَا مِنْ مُسِلِمٍ قَرَأَ فِي بَيْتِهِ مَوْلِدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا رَفَعَ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى الْقَحْطَ وَالْوَبَاءَ وَالْحَرْقَ وَالْغَرْقَ وَاْلآفَاتِ وَالْبَلِيَّاتِ وَالْبُغْضَ وَالْحَسَدَ وَعَيْنَ السُّوْءِ وَاللُّصُوْصَ عَنْ أَهْلِ ذَلِكَ الْبَيْتِ، فَإِذَا مَاتَ هَوَّنَ اللهُ عَلَيْهِ جَوَابَ مُنْكَرٍ وَنَكِيْرٍ، وَيَكُوْنُ فَي مَقْعَدِ صِدْقٍ عِنْدَ مَلِيْكٍ مُقْتَدِرٍ

Baca juga:  Kisah Tragis Santri yang Hafal Kitab Tuhfatul Muhtaj yang Jadi Penjual Arang

Tiada dari seorang Islam yang membaca Maulid Nabi ﷺ‎, dirumahnya kecuali Allah Subhanahu Wa Ta’ala mengangkat kemarau, wabah, kebakaran, karam, penyakit, bala, murka, dengki, mata yang jahat dan pencuri dari ahli rumah tersebut.

Jika orang tersebut meninggal dunia niscaya Allah memudahkan baginya menjawab pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir, dan tempat duduknya pada tempat yang benar disisi Tuhan yang maha memiliki lagi kuasa. [ Sumber : Kitab Anni’matul Kubra ‘alal ‘aalam fii Maulidi Sayyidi Waladi Adam halaman 7 ].

قَالَ عَبْدُ الْوَاحِدِ بْنُ إِسْمَاعِيْلَ كَانَ بِمِصْرَ رَجُلٌ يَصْنَعُ مَوْلِدًا لِلنَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كُلَّ عَامٍ

Syeikh Abdul Wahid bin Ismail bercerita, bahwa di Mesir dahulu, ada seorang laki-laki yang setiap tahun mengadakan peringatan Maulid Nabi Muhammad ﷺ‎.

Disebelah laki-laki tadi, ada tetangganya yang beragama Yahudi, Isteri Yahudi ini berkata kepada suaminya : “Mengapa, tetangga kita yang muslim itu, setiap bulan ini (Rabi’ul Awwal) membelanjakan harta yang banyak?”

Suami Yahudi itu menjawab : “Itu adalah karena dia beranggapan bahwa dalam bulan inilah Nabinya dilahirkan, dia melakukan hal tersebut karena senang dengan Nabinya, dan memuliakan hari kelahirannya”.

Kedua suami istri pun diam, kemudian keduanya tidur. Dalam tidurnya, istri Yahudi itu bermimpi ia melihat ada seorang laki-laki yang begitu tampan dan agung, berwibawa dan sangat dimuliakan memasuki rumah tetangganya yang Muslim itu. Dan di kanan kiri laki-laki tersebut ada serombongan dari sahabatnya. Mereka menghormati dan mengagungkan laki-laki tersebut.

Baca juga:  Kisah Abu Qilabah : Sahabat Nabi yang Memiliki Banyak Kekurangan Fisik Namun tetap Bersyukur dan Sabar Hingga Diberikan Jannah

Wanita itu pun bertanya kepada pada salah seorang diantara anggota rombongan itu : “Siapa laki-laki yang tampan ini ?”

Orang itu menjelaskan bahwa itulah ﷺ‎, Beliau masuk kerumah ini untuk mengucapkan salam kepada penghuni rumah ini dan menemui mereka yang telah menunjukkan rasa suka-cita mereka atas kelahiran beliau.

Wanita Yahudi itu pun berkata lagi : “Maukah orang itu berbicara denganku apabila aku mengajaknya bicara ?”

Laki-laki tadi menjawab : “Sudah tentu beliau mau”.

Wanita Yahudi itu pun lantas mendekati Nabi Muhammad ﷺ‎ dan menyapanya : “Wahai Muhammad !”

Lantas Nabi pun menjawab : “LABBAIKI (aku sambut panggilanmu) “.

Wanita itu pun berkata : “Engkau menjawab orang sepertiku dengan TALBIYAH, sedangkan aku bukan mengikuti agamamu, dan akupun termasuk salah satu musuh-musuhmu”.

Nabi Pun bersabda kepadanya : “Demi Dzat Yang telah mengutusku dengan haq menjadi Nabi, aku tidak menjawab panggilanmu sehingga aku mengerti bahwasanya Allah telah memberi hidayah atasmu”.

Wanita itu pun berucap : “Sesungguhnya tuan memang benar seorang Nabi yang mulia yang berpribadi agung, celakalah orang yang menselisihi perintahmu, dan merugilah orang yang tidak mengerti pangkatmu. Ulurkanlah tanganmu, aku bersaksi bahwa Tiada Tuhan selain Allah, dan Engkau adalah Rasulullah ﷺ‎.

Baca juga:  Kisah Perempuan Miskin Bertemu Imam Ahmad bin Hanbal

Dalam hatinya, wanita itu berjanji kepada Allah, berniat bahwa nanti besok pagi, ia akan bersedekah dengan seluruh harta yang ia miliki dan melaksanakan jamuan untuk memperingati Maulid Nab ﷺ‎, sekaligus sebagai perwujudan rasa syukur atas keIslamannya dan mimpinya malam itu.

(Akan tetapi, diluar duga’an, begitu bangun pagi) ia melihat suaminya sudah sibuk untuk menyiapkan suatu perjamuan, ia begitu rajin dan serius.

Wanita itu pun heran dengan apa yang dilakukan suaminya seraya berkata : “Ada apa gerangan kulihat engkau begitu sibuk dan bersemangat pagi ini ?

Si suami menjawab : “Karena orang yang kau lihat malam tadi, yang mana engkau masuk islam dihadapan beliau”.

Dia bertanya kepada suaminya : “Siapa gerangan yang telah membukakan engkau rahasia ini (ihwal impiannya) dan memperlihatkann­ya kepada engkau ?”

Si suami pun berkata : “Yaitu Nabi Muhammad, yang mana aku masuk Islam setelah engkau di hadapan beliau Nabi ﷺ‎.

Beliaulah Nabi yang ditrerima syafa’atnya kelak untuk orang yang bershalawat dan salam atas beliau”.

Semoga cerita diatas tadi bisa menambah kecintaan kita kepada beliau, sang pemimpin umat, sang pemberi syafaat.

Aamiin Ya Mujibassailiin

Allahumma sholli wa sallim alaih

Sumber : Kitab Maulid Syeikh Ahmad bin Al Qasim

  • Bagikan